Dono Winarno

1 tahun yang lalu
share

Sepuluh tahun mendatang, tepat 100 tahun Sumpah Pemuda, Indonesia diramalkan akan sampai di titik puncak bonus demografi: kondisi di mana jumlah penduduk berusia produktif lebih banyak ketimbang jumlah penduduk berusia nonproduktif.

Sebagai gambaran, menurut “Proyeksi Penduduk Indonesia” yang disusun Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk Indonesia tahun 2015 tercatat 255,5 juta jiwa. Jumlah tersebut terdiri atas penduduk usia di bawah 15 tahun sekitar 69,9 juta jiwa (27,4%) dan penduduk yang berumur 65 tahun ke atas sekitar 13,7 juta jiwa (5,4%). Singkatnya, total penduduk usia nonproduktif sebanyak 32,8% sedangkan penduduk produktif yang berusia 15-64 tahun berjumlah sekitar 171,9 juta jiwa (67,2%).

Begitu memasuki tahun 2020, persentasenya akan berubah dengan jumlah penduduk produktif 70% dan nonproduktif 30%. “Bonus demografi puncaknya pada tahun 2028-2030, di mana 100 orang produktif menanggung 44 orang nonproduktif,” kata Kepala BPS Suryamin kepada Tirto.

Namun demikian, sebagaimana dikatakan Presiden Joko Widodo, bonus demografi bagi bangsa ini tak ubahnya sebilah pedang dengan dua sisi. “Satu sisi adalah berkah jika kita berhasil mengambil manfaatnya. Sisi lain adalah bencana apabila kualitas manusia Indonesia tidak disiapkan dengan baik," katanya, saat memperingati Hari Keluarga Nasional beberapa tahun lalu.

dono-winarno